Kamis, 18 Juni 2009
Maaf, bukan untuk anda pak.....
karena pertimbangan kondisi mendesak, maka bantuan untuk korban bencana yang mencapai 8 orng - kk, utk sementara di bagi utk 5 KK. sementara proses pembagian, tiba-tiba datang seorang laki-laki yg mengaku sebagai pemilik kios. dia minta didahulukan utk dibagikan bantuan. laki-laki itu kemudian ditanya, "bapak tinggal di kios yg terbakar?" dia jawab "tidak, tapi saya jg punya kios yg terbakar, makanya saya minta bantuannnya jg". trus kami jwb, "bantuan ini berupa logistik utk keluarga atau orang yg kehilangan tempat tinggal krn bencana, bapak khan punya rmh, jd nda perlu bantuan jenis begini, nanti ada bantuan sendiri yg diperuntukkan bagi bapak". eh, bukannya dengar, si bapak mala marah2 "saya juga korban, kois saya habis terbakar",..."iya, tp bapak msh punya rumah khan, msh punya sarung, msh punya beras, jd nda perlu dapat bantuan seperti inilah, ada bantuan khusus nanti setelah lapaorannya msk kepemerintah"......setelah lama berdebat, si bapak yg tidak mau mengerti lalu pergi sambil ngomel-ngomel. tapi masyarakat yg berkumpul ditempat tersebut pada ngomel-ngomel jg...dasar orang tua keras kepala, nda mo dengar, nda mo diatur, sdh dikasi tau nda ngerti-ngerti jg.
ya......kadang kt tdk mo tau, kalo ada hak orang lain yang ingin kt ambil........
kadang kt menjadikan diri kita teraniaya hanya utk menganiaya orng lain....
kadang, kt menhinakan diri kita hanya untuk sesuatu yg tdk jelas......
kadang.........
Selasa, 16 Juni 2009
Lupa mo tulis apa.....
ya....sudah kalo begitu...
nanti nulis lagi....
Senin, 18 Mei 2009
Tarian Genit Politikus Kita
rakyat indonesia seakan-akan melupakan rekam jejak perjalanan politik mereka, menghapus tingkah masa lalu politikus tersebut dari memori mereka. sebuah ilusi demokrasi parelementarisme yang telah berjaya menutup mata hati rakyat marjinal.
tapi, itulah tingkah elit-elit kita, saat mereka butuh suara rakyat, mereka mengubah diri bak manusia tanpa cela, tapi saat mereka berkuasa, mereka tidak ingat suara rakyat yang membuat mereka naik. bahkan ketika rakyat bersuara atas ketidakadilan yang mereka rasakan, mereka menutup rapat telinganya.
sebuah kegenitan elit yang telah mengilusi mata hati rakyat indonesia
Selasa, 30 Desember 2008
Pemberdayaan Perempuan dalam Upaya Pengentasan Kemiskinan
Keharusan manusia untuk menemukan cara-cara baru untuk mempertahankan hidupnya membuat perkembangan teknologi berlangsung dengan pesat di tengah masyarakat pertanian, jika dibandingkan dengan perkembangan teknologi dalam masa-masa sebelumnya. Dengan perkembangan teknologi ini, apa yang tadinya hanya dapat dikerjakan bersama-sama (komunal) kini dapat dikerjakan secara sendirian (individual). Proses untuk menghasilkan sumber penghidupan kini berangsur-angsur berubah dari proses bersama (komunal) menjadi proses sendirian (individual).
Sekalipun berlangsung berangsur-angsur selama ratusan tahun, pada satu titik, perubahan-perubahan kecil ini menghasilkan lompatan besar pada kehidupan manusia. Terlebih lagi setelah pertanian diperkenalkan, terjadi perubahan penting mengenai pembagian peran antara laki-laki dan perempuan :
Pertama, pertanian pada awalnya membutuhkan banyak tenaga untuk membuka lahan karena tingkat teknologi yang rendah. Hanya dari proses ekstensifikasi (perluasan lahan)-lah pertambahan hasil dapat diperoleh. Namun, seiring dengan perkembangan teknologi pertanian, peran perempuan ikut terpinggirkan dimana jika selama ini perempuan turut dalam proses pengolahan hasil pertanian dengan ikut ke sawah atau ke kebun, namun kemudian perempuan hanya tinggal dirumah menanti hasil kebun atau sawah dating ke rumah. Kalaupun terlibat hanya sebagian kecil saja dari proses produksi pertanian tersebut.
Dan sebagai akibat logis dari keadaan ini kaum perempuan semakin tersingkir dari proses produktif di tengah masyarakat. Waktunya semakin lama semakin terserap ke dalam kegiatan-kegiatan reproduktif (melayani suami dan mengasuh anak-anak).
Kedua, teknologi pertanian yang maju semakin pesat ini ternyata malah membuat aktivitas produksi di sektor pertanian menjadi semakin tertutup buat perempuan. Penemuan arkeologi menunjukkan bahwa ditemukannya bajak (luku) telah menggusur kaum perempuan dari lapangan ekonomi. Bajak merupakan alat pertanian yang berat, yang tidak mungkin dikendalikan oleh perempuan. Terlebih lagi bajak biasanya ditarik dengan menggunakan tenaga hewan ternak, di mana pengendalian terhadap ternak memang merupakan wilayah ketrampilan kaum laki-laki. Intrusi (mendesak masuknya) peternakan ke dalam pertanian telah membuat ruang bagi kaum perempuan, yang keahliannya hanya dalam bidang pertanian, semakin tertutup.
Ketiga, Tingkat pendidikan perempuan yang rata-rata sangat rendah sebagai akibat budaya masyarakat – terutama di pedesaan - yang menganggap bahwa “perempuan tidak perlu sekolah tinggi-tinggi karena ujung-ujungnya akan kembali juga ke dapur” menjadikan rata-rata perempuan tidak memiliki skill dan pengetahuan yang lebih disbanding laki-laki.
Karena perempuan semakin tidak mampu bergiat dalam lapangan produksi, maka iapun semakin tergeser ke pekerjaan-pekerjaan domestik (rumah tangga). Dan ketika perempuan telah semakin terdesak ke lapangan domestik inilah perempaun semakin terpinggirkan dalam perannya dalam peningkatan kesejahteraan keluarga.
Untuk mengembangkan potensi yang dimiliki perempuan tersebut, maka diperlukan sebuah model peningkatan sumber daya perempuan yang nantinya diharapkan akan mendorong perempuan untuk mampu mengambil peran dan posisi strategis dalam keluarga dan dalam lingkungan sosialnya.
Kita semua tentunya sepakat bahwa Perempuan memiliki Peran yang sangat penting dalam keluarga. Hanya saja saat ini rata-rata perempuan tidak mampu untuk mengambil peran penting tersebut sehingga yang terjadi dalam masyarakat kita, perempuan hanya “mampu” mengurus dapur tapi tidak mampu untuk mencari tambahan untuk dapurnya. Disisi lain Tingkat pendidikan perempuan yang rata-rata sangat rendah sebagai akibat budaya masyarakat terutama di pedesaan - yang menganggap bahwa “perempuan tidak perlu sekolah tinggi-tinggi karena ujung-ujungnya akan kembali juga ke dapur” menjadikan rata-rata perempuan tidak memiliki skill dan pengetahuan yang lebih dibanding laki-laki.
Untuk itu, maka perempuan haruslah mampu memberdayakan dirinya sehingga dapat mengambil peranan dalam keluarga terutama untuk meningkatkan taraf kesejahteraan keluarganya.
Keberadaan perempuan sangatlah menentukan keberlangsungan kehidupan suatu kaum/bangsa. Disisi lain, perempuan sesungguhnya memiliki potensi yang sangat besar dalam upaya mendorong peningkatan taraf hidup keluarganya sekaligus peningkatan kondisi sosial lingkungannya. Potensi perempuan yang kemudian karena perkembangan zaman menjadi terkungkung dan terpinggirkan inilah yang harus didorong untuk ditumbuhkembangkan sebagai sebuah potensi dalam perkembangan kehidupan sosial masyarakat.
Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan diatas, maka sebagai kesimpulan dari pembahasan ini adalah :
1. Perempuan harus berfikir maju, dengan mengubah pemikiran bahwa hanya laki-laki yang bertugas mencari nafkah keluarga, dengan memposisikan diri sebagai bagian dari upaya menggerakkan dan meningkatkan kesejahteraan /ekonomi keluarga.
2. Perempuan harus mengambil posisi strategis dalam kegiatan sosial kemasyarakatn dengan terlibat aktif dalam kegiatan-kegiatan sosial kemasyarakatan.
D i s i n i
Untuk kebahagiaan
Kau tawarkan tahta
Untuk aku miliki
Puaskan hasratku
Dan dudukkan aku
Dalam singgasana kesenangan
Untuk kebahagiaan
Kau berikan istana
Untuk aku miliki
Dan jejakkan kakikku
Dalam samudera biru
Tapi aku tolak
Sebab terik matahari dan debu jalanan
Masih terlalu indah buatku
Sebab dingin angin malam
Danm lapar yang melilit perut
Yang kulalui bersama kawan-kawanku
Masih terlalu nikmat buatku
Sebab bara revolusi
Selalu menghangatkan jiwaku
22juni00
Petikan Rasa
Petikan Rasa
Damai saat kau telesupkan makna dalam hatiku
Serasa rinai hujan dipenghujung kemarau yang kunanti
Damai saat kita bergenggaman tangan penuh kasih
Seakan seribu taman firdaus kita rengkuh dalam genggaman
Getar rasa mengalun dalam melodi sarat warna
Bersama bisikan kata cinta dan harapan
Desah lirih kita ucap janji, bak kepakan lembut sayap angsa putih
Percikkan air asa sebening embun
Belaian cahaya alam taburkan berjuta warna
Dama saat kita terytawa dalam canda yang warnai kebersamaan kita
Seperti bahagia yang menyatu dalam curah lembut salju abadi
Birunya langit, birunya harapan, birunya angan
Akankah nyata dan abadi…
Atau Cuma angan semu yang hinggap dalam sesaat…
Tersenyumlah edelweisku…
Tersenyumlah edelweisku…
Alam tak’kan berkabut selamanya
Selama mentari tetap terbit diufuk timur
Dan rembulan tetap bersinar dalam kebisuan
Jiwa ini selalu ingin teriak
Tapi kata tak kunjung terucap
Dan kata yang terangkai ini
Adalah teriakan bisu yang abadi
Biarkan kabut berlalu
Dalam bisu lembah hijau
Jiwa akan selalu hidup
Tuk temani kau selamanya
Dalam bisu tak bertepi
Tak perlu berkata pada langit
Bahwa bumilah yang selalu menopangnya
Dan tak perlu berkata pada bumi
Bahwa langitlah yang selalu menaunginya
Tiap alur nafas ini
Dalam jiwa yang tersisa
Dalam tepi gelap yang diam
S’lalu untuk dirimu
Edelweisku…
Kaulah nafas dalam nadiku
Jiwa ini tak’kan pernah kososng
S’lalu terangkai kata tuk’ bangun
Jiwa baru yang tumbuh s’lalu
Bersama musim semi yang tiada akhir
Maka tersenyumlah edelweisku
Meski dalam bisu
Meski dalam sepi
01jan00
Katakan
Katakan
Lihatlah mereka yang sedang berjuang
Katakan kau salut pada mereka
Atau bangunlah makam untuk dirimu
Dan katakan kau telah merdeka
Bakarlah buku-buku sejarah
Katakan itu sebagai pembodohan
Atau ucapkan salah buat hitler
Dan katakan dia memang benar
Bangunlah istana dihatimu
Katakan kau adalah nabi
Atau tunduklah pada alam
Dan katakan kau adalah pengecut
Sepi, Hampa, Malam
Sepi, Hampa, Malam
Terhenyak aku dalam nestapa
Sisi jurang kehancuran yang menganga
Mengalun suara alam
Terbungkus nyanyian kematian
Tersadar aku dalam lamunan
Aku sendiri
Aku hampa
Debur buih memecah pantai
Menggapai harapan, bebaskan diri
Lepas, hilang
Gelombang yang tak perna surut
Menebar buih mengikis karang
Menantang alam tuk jemput kebebasan
Meski diri hampa
Dalam sepi, dalam malam
Dalam jiwa yang hampa
Aku sendiri
Jiwa yang tertindas ini tak’kan dian
Sebab diam adalah penghianatan
Dan pasrah adalah kesombongan
Maka teruslah berdebur gelombang pantai
Teruslah mengalunkan nyanyian
Meski aku sendiri
Meski aku hampa
Dimalam yang mengurai
Masa depan, obsesi dan masa lalu
18nop99, malam yang membosankan
Kemarin Yang Tak Pernah Kembali
Kemarin Yang Tak Pernah Kembali
Berputarlah sang waktu yang berputar
Yang mengubah peradaban
Yang menguak borok kemunafikan
Dari satu sisi kebenaran
Lalu peradaban yang terlupakan mengemis
Dan hegel pun tertawa
Ketika akal terlupakan
Dan manusia melangkah
Dalam jejak palsu
Sambil berfikir tentang kejadian kemarin
Bersama keinginan sang keangkuhan
Tuk memutar roda zaman
Kembali
Yang telah berlalu
Kembali
Berputarlah sang waktu yang berputar
Hari esokpun menyambut dengan senyum
Bersama harapan dan kemunafikan
Dan senyum hegel yang terlupakan
20nop99